Membedakan Kucing Siam dan Himalaya

Mengenal 5 Perbedaan Kucing Himalaya dan Siam

Kucing Siam dan Himalaya adalah dua ras kucing populer di Indonesia karena keindahan dan keanggunannya. Keduanya sama-sama memiliki bulu berwarna putih bersih dengan corak hitam pada wajah, telinga, ekor, dan kaki. Akibatnya, banyak orang awam yang tidak bisa membedakan kucing Siam dan Himalaya.

Namun sebenarnya kedua ras kucing ini memiliki ciri fisik dan sifat yang berbeda. Siam berasal dari Thailand, tepatnya dari istana kerajaan Bangkok yang menjadikan Siam sebagai ras kucing kesayangan bangsawan.

Sedangkan Himalaya merupakan turunan langsung dari ras Persia yang berasal dari pegunungan Himalaya. Himalaya juga kerap disebut sebagai ras Siamese Point karena penampilan fisiknya persis kucing point Siam namun dengan struktur tubuh dan sifat yang berbeda.

Perbedaan kucing siam dan Himalaya

Ciri Fisik

Kucing Siam memiliki tubuh yang ramping dan langsing. Kepalanya berbentuk segitiga dengan dagu dan hidung yang runcing. Bulu pendek dan menempel di tubuh. Telinganya besar dan lebar di pangkal yang melambangkan kecerdasan.

Mata biru terang mengilap seperti batu safir. Ekor panjang dan lancip. Kucing Himalaya berbadan sedang tegap dan berotot. Wajah bulat penuh dengan hidung pesek khas Persia.

Bulu lebat bercorak hitam pada wajah dan telinga berbentuk segitiga kecil. Ekor pendek dan tebal berujung bulat. Matanya biru terang kehijauan dengan garis hitam melingkar.

Temperamen

Siam aktif, lincah, suka bermain, dan selalu ingin tahu. Enerjik dan senang berburu mangsa kecil seperti tikus. Akrab dengan manusia dan suka mencuri perhatian. Cerdas menghafal rutinitas pemiliknya. Namun tidak suka dipeluk erat atau diganggu saat istirahat.

Himalaya tenang, kalem, dan jinak. Sifatnya lembut, suka dipangku, senang diusap dan jarang mengeong keras. Pendiam tapi setia kawan. Tidak terlalu aktif bergerak namun gemar mengawasi. Bersahabat dengan anak-anak dan hewan peliharaan lain.

Perawatan

Bulu pendek Siam mudah dirawat. Cukup disisir agar tidak kusut dan mandi menggunakan shampo khusus kucing sebulan sekali. Sedangkan bulu tebal himalaya perlu dicukur, disisir, dan dimandikan 2 minggu sekali agar terlihat indah dan bersih.

Harga Jual

Harga kucing Siam murni lebih tinggi dibandingkan Himalaya. Apalagi Siam dengan warna seal point atau bulu cokelat gelap yang langka. Rata-rata kucing Siam dijual dengan kisaran Rp 2 – 5 juta, sedangkan Himalaya sekitar Rp 1 – 2,5 juta tergantung garis keturunan dan kualitasnya.

Kesimpulannya, kucing Siam dan Himalaya memang sangat mirip secara fisik. Keduanya sama-sama memiliki bulu putih bersih dengan corak hitam pada bagian wajah, telinga, ekor dan kaki. Namun, sebenarnya terdapat banyak perbedaan mendasar dari kedua ras kucing oriental ini jika diteliti lebih saksama.

Kucing Siam berasal dari Thailand dengan tubuh ramping, kepala segitiga, mata biru mengilap, dan ekor panjang lancip. Sifatnya aktif, energik, senang bermain dan berburu. Sedangkan kucing Himalaya berasal dari Persia dengan tubuh tegap berotot, kepala bulat, mata hijau kebiruan, serta ekor pendek tebal.

Sifatnya tenang, kalem, ramah, dan suka dipangku. Dari segi perawatan, bulu Siam lebih mudah dirawat karena pendek dan jarang kusut. Sementara bulu lebat Himalaya memerlukan grooming rutin agar terlihat bersih dan rapi.

Adapun dari sisi harga, kucing Siam termasuk lebih mahal dan bernilai tinggi dibandingkan Himalaya. Dengan mengetahui perbedaan-perbedaan tersebut, diharapkan para pecinta kucing dapat memilih dan merawat Siam maupun Himalaya dengan lebih tepat.

Karena meski mirip, kedua ras kucing pet ini sebenarnya memiliki keunikan masing-masing yang patut dipahami dengan baik oleh para pemiliknya.

Itulah ulasan mengenai perbedaan mendasar berdasarkan asal muasal, ciri fisik, sifat, perawatan, hingga harga jualnya. Semoga informasi ini bisa menambah pengetahuan para kucing lovers di Indonesia.